mediasehat mediasehat mediasehat mediasehat
a a a a a a a a a
home cantik selalu ibu dan balita dari alam info obat tips panduan makan serba-serbi sehat a
Artikel Utama
Perkembangan Kecerdasan Emosi Anak
dbc network
T i p s
Push Up yuk...
Tips Memilih Sepatu
Konsultasi
Klik disini untuk konsultasi
Tahukah Anda ?
Beberapa kelompok peneliti menemukan bahwa bubuk cokelat mengandung zat yang dapat mencegah kerusakan gigi.
(Wikipedia Indonesia)
mimbar jum'at
Direktori
Direktori Rumah Sakit
Direktori Dokter
Catatan
Panduan makan
Sehat natural
Persembahan kami
Berlangganan Newsletter
Tuliskan e-mail anda disini :
daftar dbc-network
Benarkah Wanita Perlu Suplemen?
19 Desember 2006
Beberapa tahun terakhir ini banyak sekali iklan suplemen yang kita lihat baik di televisi, majalah dan media cetak lainnya. Penawaran suplemen memang mem-booming sejalan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat Indonesia akan sangat pentingnya menjaga kesehatan, apalagi biaya pengobatan kian hari kian mahal saja. Oleh karena itu banyak orang yang berbondong-bondong menginvestasikan uangnya, bukan hanya untuk jasa asuransi kesehatan, namun juga untuk berbelanja produk-produk suplemen. Suplemen juga bukan lagi menjadi monopoli pria, walaupun saat ini suplemen
khusus pria masih menjadi “jajanan” yang sangat digemari. Produsen suplemen kini juga mulai mengincar konsumen wanita, terbukti dari boomingnya produk susu berkalsium tinggi yang berguna untuk mencegah osteoporosis, penyakit rapuh tulang yang memang lebih banyak menyerang wanita dibanding pria. Belum lagi produk susu khusus ibu hamil dan menyusui, suplemen untuk kecantikan kulit, suplemen pelangsing, sampai-sampai minuman suplemen (supplement drink) yang kerap dikaitkan dengan kebugaran dan kekuatan fisik, saat ini juga banyak yang membidik konsumen wanita.

Suplemen adalah substansi penting yang disarikan dari bahan alami, yang dimaksudkan untuk membantu seseorang dalam mempertahankan vitalitas tubuh. Masalahnya, pada wanita, siklus reproduksi yang khas menyebabkan kebutuhan gizi yang berubah-ubah pula, sesuai dengan siklusnya, misalnya saat menstruasi, saat hamil, menyusui, dan menopause. Begitu pula dalam kondisi luar biasa, seperti infertilitas dan kelemahan gairah seksual. Berikut ini adalah tinjauan kebutuhan suplemen, dipandang dari kondisi fisik dan fase reproduksi wanita.


Premenstrual Syndrome (PMS)

PMS adalah gangguan nyeri yang banyak diderita wanita menjelang haid. Gejala yang biasanya timbul adalah kembung, nyeri perut dan payudara, perubahan mood, serta emosi yang fluktuatif. Meskipun keluhan yang timbul pada tiap wanita berbeda-beda, namun beberapa jenis suplemen dapat meringankan gejala PMS. Yang paling popular adalah vitamin B6. Beberapa hasil studi menyatakan, kelebihan produksi estrogen yang terjadi pada saat pra-haid dapat ditangkis dengan mengkonsumsi 200-400 mg vitamin B6 setiap hari. Hasilnya baru terasa 2-3 bulan setelah konsumsi rutin.

Haid dengan perdarahan berat akan memerlukan tambahan zat besi (Fe) yang cukup untuk memproduksi darah baru. Jika asupan zat besi - misalnya dari daging, ikan dan unggas - kurang, tambahan suplemen Fe setiap hari dapat mengatasi kekurangan tersebut.

Suplemen yang mengandung asam lemak esensial dari minyak ikan, evening primrose atau flaxseed juga dapat memulihkan keseimbangan asam lemak yang terganggu selama PMS. Dari sebuah studi diketahui bahwa wanita yang rutin menambah suplemen kalsium (1000mg/hari) atau magnesium (250mg/hari) di dalam pola makannya, lebih kecil beresiko mengalami PMS. Vitex berry adalah bahan alami yang banyak dipercaya dapat mengobati PMS, karena efeknya yang mampu menyeimbangkan hormon estrogen dan progesteron selama menstruasi.


Saat Hamil & Menyusui

Pada kehamilan normal - ibu dan janin dalam keadaan sehat - mungkin dokter tak sepenuhnya setuju jika ibu mengkonsumsi suplemen prenatal. Namun umumnya wanita hamil membutuhkan tambahan suplemen asam folat sebanyak 400 mikrogram (mcg) perhari. Terutama sejak sebulan sebelum hamil sampai kehamilan trimester pertama.

Tambahan asupan asam folat dapat memperkecil resiko neural tube defects (salah satu cacat syaraf sejak lahir) pada bayi sampai 70%. Jika kecacatan ini sudah pernah terjadi pada kehamilan sebelumnya, maka jumlah kebutuhannya lebih tinggi. Suplemen prenatal umumnya sudah mengandung asam folat. Tapi jika belum, pastikan Anda menambahkannya ke dalam menu makanan sehari-hari.

Suplemen zat besi juga penting selama masa kehamilan. Pada masa ini tubuh membutuhkan lebih banyak darah untuk menyangga pertumbuhan bayi. Dan karena itu pula, persediaan zat besi tersebar tipis merata di dalam tubuh. Untuk mencegah anemia, 27 mg suplemen zat besi dapat ditambahkan tiap hari.

Jumlah tambahan kalsium yang dibutuhkan selama kehamilan dan menyusui adalah 1000 mg/hari. Tambahan ini sifatnya mutlak dipenuhi untuk menghindari terjadinya osteoporosis di kemudian hari. Karena selama hamil dan menyusui, kalsium yang terdapat pada tulang ibu telah banyak 'disumbangkan' kepada si jabang bayi. Untungnya, selain dari suplemen, kalsium relatif mudah diperoleh dari makanan, seperti susu dan bahan olahan susu lainnya.


Menopause

Masalah kesehatan yang dialami seorang wanita yang memasuki menopause biasanya berkaitan dengan perubahan komposisi hormone dalam tubuh. Masalah itu antara lain adalah menurunnya tingkat estrogen yang kemudian memicu berhentinya haid. Estrogen juga sangat berperan dalam mempertahankan kepadatan tulang. Jika kepadatannya menurun drastis, maka osteoporosis pun bisa terjadi.

Gejala lainnya adalah hot flashes, yaitu gangguan fisik dalam bentuk meningkatnya rasa gerah dan produksi keringat, sulit tidur dan perubahan mood. Selain haid yang kian tidak teratur, menopause juga memicu terjadinya infeksi pada vagina dan saluran kencing, perubahan pada tekstur kulit, alat pencernaan, dan rambut.

Para ahli menganjurkan agar meningkatkan konsumsi pangan berbahan dasar kedelai bagi wanita menopause. Jika asupan kedelai dari pangan belum mencukupi, suplemen yang mengandung isoflavones dapat membantu meningkatkan produksi estrogen yang berkurang saat menstruasi.

Selain vitamin E dan zat besi, suplemen herba yang paling populer untuk mengatasi efek samping menopause sekaligus menjaga kesehatan jantung antara lain adalah black cohosh (Cimicifuga racemosa), vitex, red clover, alfalfa dan licorice. Di samping itu, dong quai, salah satu jenis herba, dipercaya dapat mengatasi berbagai gangguan ginekologis, termasuk menopause. Bahan alami ini diperkirakan dapat membantu para wanita yang memiliki siklus haid yang tidak teratur menjadi lebih teratur.


Infertilitas

Asam folat sudah lama dipercaya sebagai unsur nutrisi penting bagi pertumbuhan system syaraf pada janin. Defisiensi asam folat ternyata juga berpengaruh pada infertilitas. Oleh karena itu, para wanita yang mengupayakan kehamilan dianjurkan untuk mengkonsumsi multivitamin yang mengandung asam folat dalam jumlah cukup, yaitu 04, - 0,8 mg perhari.

Selain bermanfaat untuk menopause, dong quai juga diklaim mampu menyuburkan rahim. Logikanya, dengan siklus haid yang lebih teratur, maka proses ovulasi akan lebih mudah diprediksi. Vitex berry juga diperkirakan mampu mencegah produksi berlebihan hormon prolaktin, suatu hormon yang dapat mengganggu proses ovulasi. Selain itu, black cohosh pun banyak dipercaya membantu meningkatkan fertilitas.


Peningkat Gairah Seksual

Akhir-akhir ini, beredar di pasaran sejenis suplemen yang disebut-sebut dapat meningkatkan gairah seksual wanita. Produk ini dikenal dengan julukan 'viagra for women'. Janji ini ditawarkan suplemen ini adalah memperderas kuantitas aliran darah menuju organ seksual, sehingga organ tersebut dan sekitarnya menjadi lebih sensitif terhadap rangsangan.

Beberapa suplemen jenis ini mengklaim mengandung 100% bahan alami. Unsur yang ada di dalamnya biasanya adalah kombinasi ekstrak epimedium, muira puama, dan maca. Ketiganya bekerja meningkatkan libido wanita. Selain itu, kandungan ekstrak damiana, cistanches dan mucura puriens dikatakan mampu meningkatkan jumlah dopamine dan nor-epinephrine dalam tubuh yang menciptakan rasa senang untuk bercinta. Formulasi suplemen yang kabarnya sudah diuji klinis ini juga membantu produksi hormon oksitosin yang selama ini dipercaya dapat memperpanjang orgasme pada wanita.

Beberapa suplemen jenis ini mengklaim mengandung 100% bahan alami. Unsur yang ada di dalamnya biasanya adalah kombinasi ekstrak epimedium, muira puama, dan maca. Ketiganya bekerja meningkatkan libido wanita. Selain itu, kandungan ekstrak damiana, cistanches dan mucura puriens dikatakan mampu meningkatkan jumlah dopamine dan nor-epinephrine dalam tubuh yang menciptakan rasa senang untuk bercinta. Formulasi suplemen yang kabarnya sudah diuji klinis ini juga membantu produksi hormon oksitosin yang selama ini dipercaya dapat memperpanjang orgasme pada wanita.


Teliti Sebelum Mengkonsumsi

Wanita yang mengkonsumsi herba untuk mengatasi masalah reproduksi, seperti contoh-contoh di atas, sebaiknya berkonsultasi dahulu pada dokter. Kesalahan persepsi tentang manfaat suatu suplemen, terutama yang berbahan dasar herba, justru dapat berbahaya bagi kesehatan reproduksi. Selama ini, uji klinisnya pun sulit dilakukan karena sifatnya yang sensitif terhadap kelangsungan hidup ibu dan bayi. Cermati 'manfaat ganda' bahan herba jenis ini yang yang acap kali bersifat nyaris bertentangan. Misalnya, bahan herba yang di satu sisi membantu terjadinya kehamilan, di sisi lain memperlancar haid.

Meskipun relatif aman bagi tubuh, bahaya pun mengintai jika suplemen dikonsumsi berlebihan. Overdosis kalsium misalnya, dapat merusak ginjal. Timbunan kalsium di berbagai bagian tubuh dapat menjadi ancaman serius bagi kesehatan. Oleh karenanya, patuhi aturan pemakaian suplemen, termasuk jika Anda menderita gangguan tertentu, misalnya batu ginjal. Konstipasi dan meningkatnya asam lambung adalah efek samping yang umumnya dialami wanita yang rutin mengkonsumsi suplemen vitamin dan mineral.

Selain itu, meski efeknya berbeda pada setiap orang, suplemen berdosis tinggi justru dapat mengakibatkan keracunan. Terlebih lagi di Indonesia, sedikit sekali data ilmiah yang menyatakan batas aman penggunaan suplemen. Jika Anda ragu akan kebenaran klaim yang tertera dalam brosur produk yang ditawarkan, cara termudah adalah menanyakannya langsung kepada dokter, apoteker, atau ke Badan Pengawasan Obat dan Makanan.

Sumber : Majalah Femina edisi Tahunan 2005
Artikel lain
Luka Bakar Ringan
Alternatif : CHIROPRACTIC
Vitamin vs Makanan, mana yang lebih sakti?
Antibiotik Bukan untuk Flu
Suplemen Kalsium Cegah Osteoporosis
Mengapa Vitamin E : Alasan (Baru) Pentingnya Konsumsi Vitamin E
Pria Pun (Harus) Bisa Ber-KB !
Hati-Hati Memilih Produk Suplemen!
Pemilihan obat yang tepat : baca label
Sakit kepala dan obat bebas (OTC, Over the counter)
Bingung memilih obat batuk ?
a a a a a a a a a
home cantik selalu ibu dan balita dari alam info obat tips panduan makan serba-serbi sehat a
Copyright © mediasehat 2006