mediasehat mediasehat mediasehat mediasehat
a a a a a a a a a
home cantik selalu ibu dan balita dari alam info obat tips panduan makan serba-serbi sehat a
Artikel Utama
Tren Diet Baru : Clean Eating
dbc network
T i p s
Tips Membuat Ramuan Alami untuk Rambut
Push Up yuk...
Konsultasi
Klik disini untuk konsultasi
Tahukah Anda ?
Beberapa kelompok peneliti menemukan bahwa bubuk cokelat mengandung zat yang dapat mencegah kerusakan gigi.
(Wikipedia Indonesia)
mimbar jum'at
Direktori
Direktori Rumah Sakit
Direktori Dokter
Catatan
Panduan makan
Sehat natural
Persembahan kami
Berlangganan Newsletter
Tuliskan e-mail anda disini :
daftar dbc-network
Pewarna Rambut Penyebab Kanker ?
rambut warna-warni
2 April 2007
Bukan cuma baju saja lho yang boleh warna warni, rambut pun kini makin beragam warnanya. Pewarna rambut kini semakin akrab dan menjadi bagian dari trend fashion terkini. Namun konon katanya penggunaan pewarna rambut dapat menimbulkan kanker. Benarkah?


Seluk Beluk Pewarna Rambut

Setiap tahun, mode selalu berganti-ganti. Tak hanya mode pakaian, gaya dan potongan rambut pun ikut berubah. Bahkan bukan cuma potongan rambut saja yang
penting, saat ini warna rambut pun kerap dikaitkan dengan trend masa kini. Padahal awalnya, pewarnaan rambut ditujukan untuk menutupi uban yang sudah bermunculan di kepala.

Dahulu kala, pada tahun 1938, FDA (Food & Drug Administration, Badan POM-nya Amerika Serikat) telah menemukan bahwa pewarna rambut yang diproduksi pada saat itu, dengan bahan aktif utama coal-tar, terbukti menyebabkan reaksi alergi pada beberapa penggunanya. Namun FDA tidak melakukan pelarangan, hanya mensyaratkan adanya peringatan alergi pada label.

Pada tahun 1978, FDA kembali mensyaratkan adanya peringatan pada label pewarna rambut yang mengandung 4-methoxy-m-phenylenediamine (4MPPD) atau 4-methoxy-m-phenylenediamine sulfate (4MPPD sulfate), yaitu dua bahan aktif pewarna rambut yang termasuk kategori coal-tar. Persyaratan peringatan ini sebagai tindak lanjut temuan para peneliti di National Cancer Institute di Rumah Sakit Bethesda, MD., tentang timbulnya kanker pada tikus percobaan yang pakannya dicampur dengan kedua zat tersebut. Para peneliti tersebut memang sengaja meneliti pengaruh zat tersebut di pakan tikus dan bukan mengaplikasikannya di kulit, karena mereka ingin meneliti efek zat aktif tersebut dalam tubuh (menurut penelitian, ada sebagian kecil zat aktif yang diaplikasikan pada rambut bisa terserap ke dalam darah melalui kulit kepala). Namun hasil penelitian ini diragukan oleh peneliti lain yang mengatakan bahwa hasil uji ini tidak bisa secara akurat menunjukkan adanya hubungan antara zat aktif pewarna rambut tersebut dengan resiko kanker, karena jumlah yang bisa terabsorbsi lewat kulit kepala kemungkinan kecil sekali. Apalagi pada komponen pewarna rambut, masih ada berbagai zat kimia lain yang juga ditambahkan untuk mendapatkan 'adonan' pewarna rambut yang diinginkan, dan bukan terdiri dari zat tunggal semata.

Setelah FDA menyatakan peringatan terhadap 4MPPD dan 4MPPD sulfat, para produsen pewarna rambut menghentikan penggunaan zat-zat kimia tersebut dalam formula pewarna rambutnya. Sebagai tambahan, industri pewarna rambut bahkan menghentikan penggunaan beberapa zat tambahan lain yang menurut penelitian menimbulkan kanker pada hewan percobaan. Namun beberapa peneliti tetap merasa bahwa selama zat pengganti untuk zat tambahan tersebut memiliki struktur kimia yang mirip, maka potensi penyebab kankernya akan sama dengan zat yang digantikan.


Benarkah Timbul Kanker ?

Pada tahun 2004, peneliti dari Yale, Thongzhang Zheng, ScD menemukan adanya hubungan antara pewarna rambut permanen, terutama yang berwarna gelap, dengan kanker kandung kemih dan non-Hodgkin's lymphoma. Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa wanita yang menggunakan pewarna rambut dalam jangka panjang sebelum tahun 1980 mengalami peningkatan resiko terkena non-Hodgkin's lymphoma dibandingkan yang tidak mewarnai rambutnya atau yang menggunakan pewarna rambut semi permanen. Mereka yang mewarnai rambut dengan pewarna rambut permanen berwarna gelap lebih dari 25 tahun, bahkan resikonya meningkat 2 kali lipat. Penelitian Zheng ini dilaporkan dalam American Journal of Epidemiology edisi 15 Januari 2004.
.
Namun Cosmetic, Toiletry and Fragrance Association di Amerika Serikat merujuk 2000 hasil penelitian ilmiah tentang hubungan pewarna rambut dan kanker yang dilakukan oleh para peniliti Johns Hopkins. Hasil-hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa sulit untuk menyimpulkan adanya hubungan yang jelas, dan butuh penelitian lebih lanjut untuk bisa membuktikan bahwa pewarna rambut bisa menyebabkan kanker.

Karena hasil penelitian yang sangat beragam, Direktur program Pewarna dan Kosmetik FDA, John Bailey, Ph.D mengatakan bahwa FDA tidak memiliki dasar yang kuat untuk menyatakan bahwa apakah pewarna rambut memang menimbulkan resiko kanker. Konsumen diharapkan memiliki pertimbangan-pertimbangan yang matang dalam memilih pewarna rambut, misalnya dengan mengaplikasikannya secara benar dan sesuai petunjuk yang tertera pada kemasan. Mengurangi frekuensi pewarnaan (misalnya, jangan mewarnai rambut seminggu sekali) bisa dilakukan untuk menghindari adanya resiko kanker akibat pewarnaan rambut.


Yang 'Alami' Belum Tentu Aman

Jika penggunaan pewarna rambut berbahan dasar kimia memberikan keragu-raguan dari sisi keamanannya, kenapa tidak mencoba menggunakan henna? Henna adalah pewarna rambut yang berasal dari alam, Lawsonia inermis. Namun warna alami henna yang digunakan untuk pewarna rambut adalah merah-jingga, yang jika diaplikasikan ke rambut warnanya menjadi lebih 'transaparan', hanya menghasilkan warna rambut asli bersemu merah. Henna yang berwarna-warni seperti blonde, cokelat, mahogany, kemungkinan ada penambahan garam logam atau bahkan mungkin ditambah pewarna rambut sintetis.

Henna yang mengklaim mampu menimbulkan warna hitam (black henna) kemungkinan besar adalah pencampuran henna dengan para-phenylenediamine (PPD). Henna dengan penambahan PPD telah diklaim berbahaya di berbagai negara, karena senyawa PPD dilaporkan menimbulkan berbagai gangguan mulai dari hipersensitivitas sampai kanker. Henna asli tidak pernah menimbulkan warna hitam, sedangkan henna hitam (black henna) yang sering digunakan untuk rajah atau tato adalah Indigofera tinctoria yang menimbulkan warna indigo (biru tua), dan bukan hitam.


Yang Penting : Hati-hati

Pada akhirnya, apapun pewarna rambut yang Anda gunakan, pastikan Anda selalu berhati-hati dalam penggunaannya. Selama Anda menggunakannya sesuai petunjuk, sejauh itu pula pewarna rambut cukup aman untuk Anda gunakan. Yang harus diingat saat menggunakan pewarna rambut sintetik adalah :

1. Saat mengaplikasikan pewarna rambut, jangan membiarkannya berada di rambut anda lebih lama dari waktu yang ditetapkan dalam kemasan.
2. Bersihkan rambut sampai kulit kepala Anda dengan air sampai bersih.
3. Gunakan sarung tangan saat mengaplikasikan pewarna rambut.
4. Ikuti petunjuk pemakaian yang tertera dalam kemasan dengan cermat.
5. Jangan pernah mencampuradukkan produk pewarna rambut dengan merek atau jenis produk yang berbeda, karena bisa meningkatkan resiko terjadinya reaksi kimia yang tidak diinginkan.
6. Usahakan tidak terlalu sering mengganti warna rambut, karena semakin jarang Anda mewarnai rambut Anda, semakin kecil pula resiko kanker - atau gangguan lain yang berhubungan dengan pewarnaan rambut - menghantui Anda.
7. Sangat disarankan, sebelum mengaplikasikannya ke rambut Anda, cobalah untuk melakukan tes alergi terlebih dahulu. Caranya dengan menempelkan sedikit saja adonan cat rambut ke daerah belakang telinga Anda, dan jangan dicuci dulu sampai 2 hari. Jika tidak ada rasa gatal, sensasi terbakar, kemerahan atau reaksi-reaksi alergi lainnya, barulah Anda bisa mengaplikasikannya ke rambut Anda.

Sumber :
1. http://vm.cfsan.fda.gov/~dms/cos-818.html
2. http://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/news/20040126/hair-dye-linked-to-blood-cancer
3. http://www.hennaforhair.com
4. http://www.hennapage.com/henna/ppd/index.html
Artikel lain
Cara Merawat Kulit Kering
Cara Alami Membuat Rambut Jadi Hitam dan Berkilau
Cantik dengan Jus Jeruk Tiap Hari
Great Looking Skin!
Rambut rontok, normal engga ya ?
Beda usia, beda perawatannya!
Hair Today Gone Tomorrow
Botox, gigitan semut penghilang kerut
Acne Rosacea, bukan jerawat biasa
After thirty
a a a a a a a a a
home cantik selalu ibu dan balita dari alam info obat tips panduan makan serba-serbi sehat a
Copyright © mediasehat 2006