|
 |
|
|
|
|
| Tahukah Anda ? |
Beberapa kelompok peneliti menemukan bahwa bubuk cokelat mengandung zat yang dapat mencegah kerusakan gigi.
(Wikipedia Indonesia) |
|
|
 |
|
|
|
|
|
| Manajemen Metabolisme |
 |
| 26 Agustus 2006 |
 |
Gemuk, kurus, sehat, sakit, kuat, lemas, itu semua 'kerjaan'nya metabolisme. Bicara tentang metabolisme berarti bicara tentang proses perubahan secara fisik dan kimiawi dalam jaringan maupun sel tubuh untuk mempertahankan hidup dan pertumbuhan. Simpelnya, metabolisme berarti mengubah nutrisi dari makanan menjadi energi, melalui serangkaian reaksi kimia dalam tubuh.
Karena merupakan suatu reaksi kimia, tentunya reaksi ini bisa berlangsung
cepat ataupun lambat. Semakin cepat proses metabolisme terjadi, maka semakin
banyak energi yang dihasilkan dari proses pembakaran kalori tubuh. Sebaliknya,
semakin lambat proses metabolisme, maka kalori yang diubah |
menjadi energi lebih sedikit. Dan cepat-lambatnya proses
metabolisme ini mempengaruhi kecepatan naik-turunnya berat badan. Oleh karena
itu, jika dapat mengendalikan metabolisme, berarti Anda dapat mengendalikan
berat badan.
Faktor Pengendali (Kecepatan) Metabolisme
 |
Usia |
| |
Anda yang berusia di atas 30 tahun mungkin heran, mengapa dengan
pola makan yang sama dengan saat Anda berusia 20-an atau saat remaja,
tapi tubuh Anda jadi mudah gemuk? Jawabannya adalah : metabolisme.
Kecepatan metabolisme memang berkurang sejalan dengan bertambahnya
usia. |
| |
|
 |
Jenis Kelamin |
| |
Wanita memiliki metabolisme lebih rendah daripada pria. Rata-rata
pria memiliki proporsi tulang, organ, otot lebih besar dibanding wanita.
Tak heran jika metabolisme mereka pun lebih besar. Jadi, jangan samakan
porsi makan Anda dan pasangan. |
| |
|
 |
Komposisi Tubuh |
| |
Orang dengan berat badan normal yang memiliki banyak otot punya
metabolisme lebih tinggi daripada orang gemuk yang banyak lemak. |
| |
|
 |
Iklim |
| |
Orang yang hidup di daerah tropis memiliki metabolisme 10% lebih
rendah dibandingkan orang yang hidup di daerah sub-tropis. |
| |
|
 |
Gizi |
| |
Keadaan gizi buruk yang berkepanjangan mengurangi metabolisme 10-20
% |
| |
|
 |
Tidur |
| |
Saat tidur metabolisme 5% lebih rendah dibandingkan saat bangun. |
| |
|
 |
Demam |
| |
Karena panas dapat mempercepat suatu reaksi kimia, oleh karena itu
apabila tubuh demam maka kecepatan metabolisme akan meningkat. Tujuan
dari meningkatnya metabolisme ini salah satunya untuk mempercepat
perbaikan sel-sel yang rusak, thus mempercepat proses penyembuhan. |
| |
|
 |
Hormon dan obat-obatan |
| |
Ada hormon dan obat-obatan yang bekerja mempercepat metabolisme,
ada juga yang bekerja memperlambat metabolisme. |
| |
|
 |
Aktivitas Fisik |
| |
Semakin banyak dan berat aktivitas seseorang, semakin tinggi pula
metabolismenya. |
| |
|
| |
|
Ingin langsing? Atur dong metabolisme!
Anda merasa diri kegemukan, dan ingin tetap langsing di usia matang? Nah, hal-hal di bawah ini dapat anda lakukan. Caranya :
| 1. |
Miliki tubuh berotot |
| |
Yaa, maksudnya bukan seperti binaraga sih, tapi pastinya harus berolahraga.
Olahraga aerobik dengan intensitas tinggi mampu membakar kalori selama
latihan dan 10 jam sesudahnya, sedangkan latihan beban akan membuat
pembakaran kalori terus terjadi selama 16 jam setelah latihan! Dan
semakin banyak otot yang terbentuk, semakin banyak pula kalori yang
terbakar. Setengah kilogram otot membuat tubuh membakar 50 kalori
setiap harinya. Ini berarti 3-4 kali lebih banyak dari kalori yang
terbakar untuk mempertahankan lemak. Latihan interval, yaitu melakukan
beberapa jenis latihan secara bergantian, membuat tubuh terus membakar
kalori hingga 24 jam. Bayangkan! |
| |
|
| 2. |
Hindari penurunan berat badan secara drastis |
| |
Hati-hati, diet ketat dapat membuat metabolisme tubuh melambat hingga
30%, karena tubuh seolah-olah tahu bahwa ia harus mengirit energi
karena asupan makanannya yang juga irit. |
| |
|
| 3. |
Makan dalam porsi kecil, tapi sering. |
| |
Setiap kali Anda makan, tubuh akan membakar kalori untuk mencerna
makanan, sehingga makan 5-6 kali dalam porsi kecil akan membuat tubuh
membakar 20 kalori tambahan. Menurut American Dietetic Association,
setelah empat jam tidak makan, tubuh akan memperlambat pembakaran
kalori. Karenanya jangan lewatkan sarapan. Jangan tinggalkan pula
protein seperti polong-polongan, daging, dan produk susu rendah lemak.
Protein sulit dicerna, sehingga tubuh membutuhkan lebih banyak energi
untuk mengolahnya, dibandingkan dengan mengolah karbohidrat dan lemak. |
| |
|
| 4. |
Cukup tidur dan jauhi stres. |
| |
Penelitian di Universitas Chicago menemukan, orang yang tidur kurang
dari 4 jam sehari akan memproduksi terlalu banyak insulin yang membuat
tubuh cenderung menimbun lemak. Lagipula, kurang tidur bisa menimbulkan
rasa mengantuk di siang hari. Akibatnya, semakin sedikit kalori yang
terbakar. |
| |
|
| 5. |
Konsumsi makanan peningkat metabolisme. |
| |
Kafein dalam kopi, katekin dalam teh hijau, dan capsaisin dalam
cabai, seperti yang tertulis dalam buku Introduction Human Nutrition,
dapat membuat tubuh membakar kalori lebih banyak beberapa saat setelah
dikonsumsi. Tetapi jangan berlebihan, karena efeknya tidak menguntungkan.
Maksimal dua cangkir kopi tanpa gula sehari. |
| |
|
| 6. |
Suplemen |
| |
Umumnya, ada dua macam suplemen jenis ini, yaitu yang mengandung
herbal yang memiliki sifat peningkat metabolisme, dan yang mengandung
CLA atau conjugated linoleic acid yang sesungguhnya bertujuan meningkatkan
pembentukan otot. Karena otot memerlukan kalori lebih banyak, metabolisme
pun meningkat. Tetapu, untuk menurunkan berat badan, suplemen tadi
hanya bersifat membantu. Anda tetap harus menjaga asupan makanan dan
berolahraga. Penelitian yang tersiar lewat American Journal of Clinical
Nutrition malah tidak melihat efek signifikan pemakaian suplemen CLA
terhadap penurunan berat badan dan pembakaran lemak. |
| |
|
| |
|
| (Sumber : Majalah FIT, Mei 2006) |
|
|
|
|
|
|
|