|
 |
|
|
|
|
|
| Tahukah Anda ? |
Beberapa kelompok peneliti menemukan bahwa bubuk cokelat mengandung zat yang dapat mencegah kerusakan gigi.
(Wikipedia Indonesia) |
|
|
 |
|
|
|
 |
|
| Hati-Hati Memilih Produk Suplemen! |
 |
Menjamurnya produk suplemen di Indonesia sering membuat konsumen
menjadi bingung dan khawatir. Saat ini ada sekitar 3500 jenis
produk suplemen yang diizinkan beredar di Indonesia. Sebenarnya
konsumen tidak perlu terlalu khawatir, karena suplemen adalah
produk yang relatif aman karena hanya berisi kandungan vitamin,
mineral dan asam amino.
Selain itu, di Indonesia suplemen
dikategorikan sebagai 'produk farmasi', jadi harus diproduksi
oleh perusahaan farmasi yang memenuhi syarat Good Manufacturing
Process (GMP), yaitu standar internasional dalam pengawasan
produk farmasi, sehingga seharusnya tidak sembarang produk
suplemen bisa dipasarkan di Indonesia. |
Namun, walau suplemen tergolong jenis produk yang aman, tetap saja
penggunaan suplemen yang tidak tepat dapat berakibat buruk pada
kesehatan. Sebetulnya, tidak semua orang membutuhkan produk suplemen.
Kebanyakan orang menggunakan produk ini pun karena tergiur oleh
bunyi iklannya, tanpa menelaah lebih lanjut kegunaan suplemen itu
sendiri. Dalam gaya hidup modern yang serba cepat, pemenuhan gizi
dari makanan sehari-hari kerap terabaikan, dan orang sering kali
memanfaatkan produk suplemen untuk mensiasati kekurangan gizi
tersebut.
Padahal, suplemen bukanlah makanan, melainkan sekedar pelengkap
kebutuhan gizi sehari-hari. Sebagai pelengkap, suplemen tentunya tidak
dapat menggantikan posisi makanan secara utuh, namun lebih bersifat
'penambal' kekurangan zat-zat gizi tersebut. Penggunaannya pun harus
tepat dosis, tidak boleh berlebihan dan sebaiknya tidak berkekurangan.
Siapa Saja yang Membutuhkan Suplemen?
Yang paling membutuhkan suplemen adalah mereka yang memiliki pola
makan yang tak teratur, sehingga asupan vitamin dan mineral berkurang.
Juga pekerja keras yang tidak memiliki waktu berolahraga secara teratur.
Selain itu, suplemen yang tepat bisa mempercepat proses penyembuhan bagi
mereka yang baru menderita sakit berat.
Mereka yang bekerja di lingkungan yang rentan stres membutuhkan suplemen
yang banyak mengandung vitamin B dan C. Karena jika tubuh dalam kondisi
stres, vitamin B dan C cepat menguap, sehingga perlu dilakukan 'isi
ulang'. Sedangkan bagi mereka yang kerap menyantap junk food atau fast
food, dianjurkan mengkonsumsi suplemen yang banyak mengandung vitamin
dan mineral. Sebab, makanan siap saji biasanya banyak mengandung lemak
dan karbohidrat, namun minim vitamin dan mineral. Asupan zat gizi yang
tidak seimbang dalam makanan sehari-hari beresiko mendatangkan gangguan
proses pencernaan.
Teliti Sebelum Membeli
Ungkapan di atas cocok bila Anda ingin coba menggunakan salah satu produk
suplemen. Ada beberapa pertimbangan dalam memilih suplemen, antara lain :
 |
| 1. |
Perhatikan kandungan dan kegunaan suplemen yang dijual dalam bentuk
kemasan, dan sesuaikan dengan kondisi tubuh dan kebutuhan Anda. |
| 2. |
Produk suplemen vitamin A, D dan E paling baik dikonsumsi dalam
bahan dasar minyak (misalnya, minyak ikan), sebab jenis vitamin ini
akan kehilangan sebagian besar nilai gizinya apabila dikonsumsi dalam
bentuk padat. |
| 3. |
Suplemen vitamin D dan K sebaiknya dikonsumsi dalam bentuk multivitamin,
bukan dalam bentuk suplemen terpisah. Sebab, bila dalam bentuk
terpisah, ada kemungkinan kelebihan dosis sehingga berakibat buruk
bagi tubuh. |
| 4. |
Bagi penderita alergi, pilih suplemen yang pada labelnya tertera :
'Tidak mengandung zat pengawet, zat pewarna, atau zat tambahan lain'. |
| 5. |
Meskipun dijual bebas dalam bentuk individual, sebaiknya zat mineral
dan asam amino dikonsumsi dalam formula kombinasi yang bisa dipastikan
memiliki dosis seimbang untuk setiap unsurnya. Bila ingin mengonsumsi
bentuk individual, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter. |
| 6. |
Untuk menjamin keaslian produk, perhatikan bahwa setiap kemasan produk
legal pasti mencantumkan nama produsen dan distributor (lengkap dengan
alamat). |
| 7. |
Ikuti ketentuan pemakaian yang tertera pada kemasan dan perhatikan
tanggal kadaluwarsanya. |
| |
|
Bagaimanapun, asupan dari makanan sehari-hari yang memenuhi standar gizi
tetaplah yang utama. Namun, ada kondisi tertentu yang membuat seseorang
membutuhkan zat gizi tambahan yang didapat dari produk suplemen. Tinggal
Anda sendiri yang memperhitungkan, produk mana yang benar-benar dibutuhkan
tubuh saat ini. |
|
|
|
|