mediasehat mediasehat mediasehat mediasehat
a a a a a a a a a
home cantik selalu ibu dan balita dari alam info obat tips panduan makan serba-serbi sehat a
Artikel Utama
Kenalan dengan Badan POM yuk !
dbc network
T i p s
Tips Membuat Ramuan Alami untuk Rambut
Push Up yuk...
Konsultasi
Klik disini untuk konsultasi
Tahukah Anda ?
Beberapa kelompok peneliti menemukan bahwa bubuk cokelat mengandung zat yang dapat mencegah kerusakan gigi.
(Wikipedia Indonesia)
mimbar jum'at
Direktori
Direktori Rumah Sakit
Direktori Dokter
Catatan
Panduan makan
Sehat natural
Persembahan kami
Berlangganan Newsletter
Tuliskan e-mail anda disini :
Konsultasi
Pergantian Musim = Flu ??
kan skarang 2 nih mu pergantian musim, jd orang lebih rentan kena flu! apa hubungannya?trus kalo bener, gimana cara nyegahnya, trus kalo dah kena nyembuhinnya supaya cepet gimana? makasih
sunarso, 23 tahun  
pendaftaran dbc-network
Jawaban :
Dear saudara Sunarso,

Memang di masa pergantian musim, atau biasa disebut masa pancaroba, penyakit flu dan batuk pasti merajalela, tenggorokan terasa gatal meradang, disertai badan meriang, kepala pening dan hidung mampet. Sebenarnya penyakit flu dan batuk itu adalah penyakit yang relatif ringan, tapi bikin bete, menjengkelkan. Hati-hati, jangan sampai penyakit ini menyerang berkepanjangan.

Masa pergantian musim itu artinya masa peralihan dari satu musim ke musim berikutnya. Untuk di Indonesia, masa peralihan terjadi dari musim panas ke musim hujan dan sebaliknya. Pada masa itu, iklim dan kondisi sedang tidak menentu dan suka berubah-ubah, satu hari cuaca bisa terik panas dan di hari lainnya malah turun hujan.

Tubuh kita biasa melakukan adaptasi lingkungan, adaptasi terhadap iklim dan udara. Di musim pancaroba ini, bisa anda bayangkan kalau tubuh kita harus melakukan adaptasi terhadap kondisi iklim dan udara yang silih berganti, nah untuk orang yang kondisi tubuhnya tidak terlalu fit, dimana sistem keseimbangan tubuhnya sedang mengalami gangguan, tubuhnya itu tidak bisa mengimbangi pergantian musim, maka jadilah dia sakit.
Nah, karena mukosa hidung dan mulut merupakan bagian tubuh terlemah dari manusia, maka virus dan kuman penyakitpun akan mudah menyerang kedua saluran itu, jadilah penyakit flu dan batuk-batuk.

Flu, atau influenza, merupakan penyakit virus yang menyerang alat pernapasan atas dan bisa datang mendadak (acute). Sebagai penyakit yang disebabkan oleh virus, influenza agak lain dari yang lain. Umumnya, penyakit virus hanya menyerang manusia satu kali saja. Kita tahu, cacar, hanya terjadi sekali saja. Sebab, dengan infeksi satu kali sudah timbul kekebalan yang cukup.
Tapi influenza berani tampil beda. Kekebalan memang terjadi dengan dibuatnya zat-zat penolak dalam tubuh setelah terjadi serangan. Namun, zat-zat penolak itu tidak dapat bertahan lama. Setelah terkena flu, penderita dapat terjerat lagi 6 - 8 bulan kemudian.
Meski demikian, jika terjadi suatu wabah, tidak semua orang akan terserang. Ini karena perbedaan daya tahan tubuh orang per orang. Pada mereka yang daya tahannya lebih kuat, tentu saja gejala yang timbul tidak mencolok, sebab tubuh mereka cukup membuat zat-zat penolak.

Pada penderita, pasukan virus influenza menduduki wilayah saluran pernapasan. Karena itu sangatlah mudah bagi laskar virus itu secara diam-diam menempel pada butir-butir air yang keluar bersama batuk, ludah, atau lendir hidung. Semua bahan itu banyak mengusung berkompi-kompi virus flu penyelundup, dan dalam waktu singkat dapat menyebar untuk mencari sasaran tembak baru di kalangan orang-orang yang masih sehat. Maka jelaslah kenapa penyakit flu mudah sekali menular dan mengenai banyak orang.
Kalau sepasukan virus sudah berhasil menyusup ke teritorium saluran pernapasan orang lain, dalam waktu 18 - 36 jam kemudian orang yang bersangkutan akan menjadi sakit. Dampak dari serangan virus-virus penyelundup itu ialah gejala, dalam bentuk yang lengkap, berupa demam, batuk, pilek dan bersin, mata berair. Juga rasa pegal-linu di otot dan tulang. Kadang-kadang diramaikan dengan sakit kepala nyut-nyut, diare, atau mual.
Pada hari kedua, demam biasanya mencapai puncaknya dan setelah itu menurun tanpa bekas. Biasanya, demam karena flu tidak berlangsung lebih dari lima hari kecuali kalau terjadi komplikasi lain umpamanya radang paru-paru.

Influenza itu sebenarnya penyakit yang bisa sembuh sendiri, dengan atau tanpa obat asal tubuh penderita mendapat cukup kesempatan untuk memerangi sendiri penyakitnya dan menang.
Sayangnya, tidak semua penderita menang karena sebagian di antara mereka terpaksa mengalami komplikasi-komplikasi yang tidak dinginkan, contoh yang paling sering terjadi peradangan sekunder pada saluran pernapasan dengan akibat bronkitis, radang paru-paru, dan selaput paru-paru. Kalau itu yang terjadi, tentu saja butuh penanganan lain.

Sementara pengobatan flu itu sendiri tidak sulit. Penderita cukup diberi obat untuk menurunkan demam, menghilangkan nyeri otot, mengurangi pilek, menekan batuk, dan mengatasi sakit kepalanya. Obat-obatan itu bisa dibeli bebas di pasaran, atau minta obat dari dokter.

Sebenarnya obat untuk membunuh virus flu sampai sekarang belum ditemukan. Tetapi jangan khawatir, karena dengan istirahat yang cukup plus obat-obatan tadi sudah cukup untuk mengusir virus dalam banyak hal. Karena itu, lupakan begadang sampai malam, hentikan kegiatan olahraga untuk sementara, dan jangan bicara banyak kalau sedang terserang.

Flu itu biasanya tidak perlu diobati dengan antibiotik, karena virusnya tidak mempan antibiotik. Antibiotik hanya dibutuhkan apabila terdapat komplikasi infeksi dengan kuman, dan kejadian ini hanya sekitar 5% dari semua kasus. Jadi antibiotik yang diberikan kepada pasien flu, bukanlah untuk membunuh virus flu melainkan untuk mengatasi komplikasi yang terjadi akibat penyakit flu. Jadi harap jangan salah asumsi jika dokter anda memberikan obat antibiotik ketika anda sakit flu.
Satu hal perlu anda ketahui, pemakaian antibiotik yang berlebihan malah bisa menyebabkan kekebalan kuman dan membuat kuman tubuh yang jinak menjadi ganas. Padahal transformasi ini sudah bisa terjadi dalam tiga hari. Akibatnya, infeksi virus justru terkomplikasi dengan kuman, dan flu justru berkepanjangan.

Kalau cuma pilek, cukup pilih obat bebas yang mengandung komponen pilek saja. Bila dicampur dengan komponen antihistamin (CTM, misalnya) masih boleh. Bagaimana pun, membeli antibiotik sendiri di pasar tetap tidak dapat dibenarkan. Soalnya, antibiotik digolongkan dalam obat berbahaya, karena harus dikontrol pemakaiannya.
Beberapa vitamin dapat ditambahkan untuk memperbaiki keadaan umum penderita. Dengan begitu proses penyembuhan bisa dipercepat.

Penyakit flu bisa begitu "setia" menemani perjalanan hidup kita sampai detik ini karena virusnya dikenal tidak stabil bila ditengok dari sifat genetisnya; ia sering bermutasi akibat pertukaran gen. Sebab itu sering kita dengar munculnya jenis flu-flu "baru" yang sulit sembuh, lebih parah gejalanya, bahkan sampai menelan banyak korban. Lihat saja flu spanyol, flu asia, flu hongkong, flu burung, dan lainnya.

Memang tidak mudah mencegah tertular penyakit flu terutama bila sedang musim flu. Anjuran yang paling mudah tapi sulit dilakukan yaitu sebisa mungkin menjauhi penderita. Kalau bertemu dengan penderita di ruang sempit, usahakan berpaling agar terhindar dari kontaminasi mukosa hidung dan mata penderita.

Kita tidak harus begitu kecuali ada wabah hebat seperti itu. Cukup hindari hadir bersama-sama penderita dalam ruang tertutup seperti dalam lift atau ruang ber-AC. Bila keadaan-keadaan itu tidak bisa dihindari, gunakan obat semprot hidung yang mengandung larutan NaCl-fisiologis.

Banyak minum, sedikitnya delapan gelas air putih atau jus buah per hari, dapat membantu mencegah penularan. Vitamin E (200 IU/hari) membantu meningkatkan fungsi kekebalan tubuh. Vitamin C berperan mengurangi penderitaan akibat flu asal tidak melebihi 500 mg per hari.

Tak kalah penting, jaga kondisi tubuh agar senantiasa fit dengan olahraga rutin dan menjalankan pola hidup sehat.

Sebenarnya ada juga cara pencegahan dengan pemberian vaksinasi terhadap virus flu, tentu saja dibutuhkan antibodi tubuh yang bagus agar bisa merespon vaksin agar bisa bekerja dengan baik. Penting diingat, antibodi yang diproduksi tubuh dalam merespons vaksin setiap waktu menurun, umumnya satu tahun setelah vaksinasi. Juga mengingat virus subtipe berlainan bisa datang setiap waktu (akibat mutasi gen). Maka disarankan, vaksin diberikan satu kali setiap tahun.
Vaksin flu juga bisa diberikan pada wanita hamil pada trisemester kedua atau ketiga masa kehamilan selama musim flu.
Kegunaan vaksinasi pada wanita hamil untuk mencegah komplikasi bila terkena flu. Vaksin flu juga diberikan kepada para ibu menyusui.
Sayangnya, vaksinasi untuk mencegah serangan flu belum populer di Indonesia. Karena itu, ungkapan mencegah lebih baik daripada mengobati menjadi relevan buat kita.

Demikian jawaban kami, semoga bisa menjawab pertanyaan anda.

Salam,
Tim Konsultasi Kesehatan Mediasehat
Konsultasi lain :
Tenggorokan Berlendir Terus
Sakit Kepala Hebat
Batuk Alergi, bagaimana sembuhnya?
Bisakah Sembuh Total dari Alergi ?
Obat dan Pertolongan Pertama unt. Penyakit
Mudah Lemas setelah usia 30tahun
Yang Sehat utk Penderita Kolesterol & Asam Ur
Asam Urat Tinggi
Pemeriksaan Hepatitis
Benjolan Pada Payudara Pria
Halaman : Awal |Sebelum |1 2 3 4 5 6 7 8 |Berikut |Akhir 

a a a a a a a a a
home cantik selalu ibu dan balita dari alam info obat tips panduan makan serba-serbi sehat a
Copyright © mediasehat 2006