mediasehat mediasehat mediasehat mediasehat
a a a a a a a a a
home cantik selalu ibu dan balita dari alam info obat tips panduan makan serba-serbi sehat a
Artikel Utama
Mood Sering Berubah, Waspadai Gangguan Bipolar
dbc network
T i p s
Tips Membuat Ramuan Alami untuk Rambut
Push Up yuk...
Konsultasi
Klik disini untuk konsultasi
Tahukah Anda ?
Beberapa kelompok peneliti menemukan bahwa bubuk cokelat mengandung zat yang dapat mencegah kerusakan gigi.
(Wikipedia Indonesia)
mimbar jum'at
Direktori
Direktori Rumah Sakit
Direktori Dokter
Catatan
Panduan makan
Sehat natural
Persembahan kami
Berlangganan Newsletter
Tuliskan e-mail anda disini :
Konsultasi
Kena Hepatitis A, Tapi Belum Sembuh Benar
saya terkena hepatitis, setelah dicek di lab, anti agv dll, saya terkena hepatitis a. sudah kena hampir sebulan, dicek darah setiap minggu, akan tetapi nilai sgot,sgpt,bilirubin mulai mendekati normal, akan tetapi gamma gt masih tinggi, sekitar 200an normalnya 50. apakah bukan suatu masalah bila penyebuhan berjalan lama? apakah ada obat2an tradisional yang bisa membantu proses? obat saya selama ini hpprp dan leprovit. terima kasih
iwan, 20 tahun  
pendaftaran dbc-network
Jawaban :
Dear ananda Iwan,

Dari analisa fungsi hati ananda, bisa terprediksi bahwa ananda menderita kerusakan sel / jaringan hati yang disebabkan oleh virus Hepatitis A, yang sebenarnya bila ananda dalam keadaan normal-sehat, akan cepat tereliminasi oleh sel-sel hati dengan sendirinya, itu jika sel-sel itu memang dalam keadaan prima tanpa beban metabolisme berlebih.

Ada beberapa kemudian mengapa bisa langsung positif hepatitis, walau hanya terdeteksi virus Hepatitis A, tetapi :
1.) masuknya (biasanya perORAL - bersama makanan, paling sering terjadi) dalam jumlah banyak. Hal ini dapat tercermin gejala awal yang cukup berat (kuning = ikterus-berat, lemes-lemes dan gangguan pencernaan terkait fungsi hati). Juga pada pemeriksaan laboratorium SGOT, SGPT, Gamma-GT, alkalifosfatase, bilirubin direct-nondirect, imbangan albumin-globulin dan lain-lain terdeteksi tinggi sejak awal !
2.) sel hati saat terkena infeksim sudah terbebani fungsi cukup tinggi / telah ada depo zat atau hasil metabolit yang bersifat 'racun' untuk tubuh, yang membuat organ hati berusaha keras untuk mendegradasinya. 3.) tubuh ananda bersifat "carrier" (pembawa / pengidap penyakit / infeksi tanpa keluhan bermakna. Dalam sel hati, penyakit tersimpan dalam bentuk inaktif / dorman).
4.) ada kelemahan sel hati dari 'awal-nya' (kata orang awam). Ada kelainan sel sehingga sel bersifat rentan terhadap infeksi.


Obat-obatan untuk anti virus sebenarnya sudah ada, dan bila keadaan sudah cukup parah biasanya dokter akan memberikan.

Obat tradisional / mencegah "overload" - panjaga / pembantu kerja sel hati, antara lain : rempah seperti temulawak dan lengkuas putih, cincau hijau, pisang yang tak berbiji / serat (pisang "mas" yang kecil-kuning, halus dagingnya), yang berdasar penelitian berdampak protektif / mengurangi beban kerja sel hati yang sudah cukup berat dan kompleks. Hindari makanan - minuman yang mengandung banyak lemak, juga minuman keras / beralkohol.

Penting juga dilakukan untuk orang yang kena hepatitis, adalah istirahat. Kurangi aktivitas fisik secara menyeluruh (meliputi aktivitas gerak dan pikiran / kerja otak). Disiplin dalam menerapkan semua saran dokter untuk langkah penyembuhan dari penyakit ini. Jika memang virus hepatitis strain A maka tidak diragukan, ananda bisa sembuh.

Demikian penjelasan saya, semoga bisa dimengerti.
Konsultasi lain :
Yang Baik Dan Yang Buruk Untuk Orang Hipertensi
Pembengkakan Kelenjar Endokrin Di Leher
Merasa Gatal Di Penis dan Dubur, serta Berlendir
Hipoglikemia
Sering Buang Air Kecil, Padahal Gak Banyak Minum
Rasa Geli Yang Bikin Gak Bisa Tidur
Faktor Yang Pengaruhi Hubungan Dokter - Pasien
Gimana Cara Meningkatkan Jml Leukosit Yg Rendah?
Mengganti Obat Onealfa (Osteoporosis) ?
Kulit Pantat Dan Lipatannya Yang Bermasalah
Halaman : Awal |Sebelum |1 2 3 4 5 6 7 8 |Berikut |Akhir 

a a a a a a a a a
home cantik selalu ibu dan balita dari alam info obat tips panduan makan serba-serbi sehat a
Copyright © mediasehat 2006