|
 |
|
|
|
|
| Tahukah Anda ? |
Beberapa kelompok peneliti menemukan bahwa bubuk cokelat mengandung zat yang dapat mencegah kerusakan gigi.
(Wikipedia Indonesia) |
|
|
 |
|
|
|
|
| Konsultasi |
|
Tanya Ttg Hasil Pemeriksaan Imunologi ini, Dok... |
| Mohon informasinya, teman saya (wanita) dinyatakan kena sakit tipes.
Dar hasil test darah HEMATOLOGI-HEMOSTASIS semuanya normal.
Namun ditest IMUNOLOGI (widal test) hasilnya sebagai berikut :
S. typhii O negatif
S. typhii H 50x
S. paratyphii AO 50x
S. paratyphii AH 50x
S. paratyphii BO negatif
S. paratyphii BH 200x
S. paratyphii CO 50x
S. paratyphii CH 50x
Yang ingin saya tanyakan :
1. Mohon dijelaskan apa maksuda dari hasil test ini.
2. Apa beda typhii dan paratyphii
3. Apa maksud jenis O,H,AO,AH,BO,BH,CO dan CH ?
4. Apabila ada orang yg terkena penyakit ini apa bisa menular ke
orang lain dan bagaimana cara penularannya.
5. Bagi penderita makanan apa yang boleh dimakan dan apa yang tidak
boleh dimakan ?
6. Apa obat yang tepat untuk penyakit ini, saya denger ada yang namanya Cipro.
demikian pertanyan saya, mohon informasinya. |
|
Richard, 33 tahun |
 |
Jawaban :
Dear ananda Richard,
Sebelumnya saya mewakili mediasehat.com, beserta tim konsultasi kesehatan, meminta maaf atas keterlambatan jawaban pertanyaan ananda. Kami baru mulai online kembali kemarin.
Demam tifoid (typhoid fever) atau
yang lebih dikenal dengan penyakit tifus, sebenarnya merupakan penyakit saluran cerna yang sering menyerang anak-anak, tapi bukan berarti pada orang dewasa tidak ada kasus.
Penyebab penyakit tifus tersebut adalah 'mahluk halus' / mikroorganisme bernama Salmonella typhii (Salmonella typhosa) dan Salmonella paratyphii (Salmonella paratyphosa). Kedua kuman ini masuk golongan bakteri gram-negatif dan dapat bersarang di sumber air yang tidak bersih. Sebenarnya penyakit tifus sebenarnya ada sepanjang waktu dan tidak mengenal musim. Namun, biasanya meningkat tajam saat musim hujan, karena kondisi lingkungan yang lebih kotor dan tidak higienis. Organ yang terserang adalah usus halus, dengan kata lain kuman-kuman Salmonella akan mulai membentuk koloni dan menginfeksi di usus halus.
Daya infeksi dan efek yang dihasilkan oleh kedua kuman (typhii dan paratyphii) itu agak-agak mirip, tapi efek yang ditimbulkan oleh kuman typhii lebih kuat.
Kuman-kuman dapat berada pada makanan dan minuman yang pengolahannya tidak bersih dan tercemar, yang kemudian ditelan oleh manusia. Sebagian kuman oleh asam lambung dimusnahkan dalam lambung. Tetapi sebagian kuman, termasuk kuman penyebab tifus, dapat lolos melewati lambung, dan selanjutnya masuk ke dalam usus dan berkembang biak.
Mereka yang terinfeksi akan mengeluh sakit kepala disertai demam. Ada juga yang buang air besar-nya terganggu dan merasa nyeri di perut. Tidak jarang penderita sampai mual bahkan muntah-muntah. Selain itu, biasanya mereka merasa seluruh tubuhnya pegal-pegal dan nafsu makan menurun.
Penularan umumnya melalui makanan ataupun minuman yang tercemar oleh agen penyakit tersebut, penanganan yang kurang higienis ataupun dari sumber air yang digunakan untuk mencuci. Hindari segala macam kontak, langsung maupun tidak langsung, dengan penderita.
Kuman Salmonella typhii dan paratyphii terdiri dari 2 jenis lagi, berdasarkan antigen, yaitu jenis O dan H. Untuk mengidentifikasi jenis ini dilakukan tes Widal. Selain pembagian berdasar antigennya, bisa juga dibagi berdasarkan jenis efek yang dihasilkan, yaitu A, B dan C, seperti halnya virus hepatitis. Untuk lebih jelasnya, bisa ananda tanyakan langsung kepada para pakar mikrobiologi dan parasitologi, atau bisa baca buku mengenainya.
Tes Widal adalah tes untuk mengukur antibodi (antibody) terhadap Salmonella typhii dan S. paratyphii. Sama seperti tes AIDS, hasil positif menunjukkan sang pasien telah pernah terinfeksi kuman tsb. Bedanya, karena Salmonella dapat diberantas dalam satu episode, maka harus dibedakan antara infeksi masa lalu ("in the past") dan infeksi saat ini ("current"). Jika titer antibodinya tinggi maka kemungkinan besar adanya infeksi baru terjadi / "current infection", sedangkan jika titernya rendah kemungkinan adalah residual dari infeksi yang telah lewat / "past infection", atau "current infection in early phase" di saat antibodi belum terpacu. Karena di sini paparan thd Salmonella tinggi, maka standar titer dianggap tinggi adalah lebih dari 1/80 untuk anti-O atau lebih dari 1/160 untuk anti-H. Di negara-negara barat, titer positif lebih dari 1/20 untuk anti-O sudah sangat nyata.
Titer positif 1/@ adalah jika reagent dicampur dengan serum darah pasien yang diencerkan @ kali masih menunjukkan kepositifan yang dapat dibaca. Anti-O adalah antibodi thd tubuh Salmonella, sedang anti-H adalah antibodi thd flagel (rambut) Salmonella. Umumnya anti-O lebih cepat menurun titernya daripada anti-H 'after the epidose is over'.
Bisa dilihat bahwa dari hasil pemeriksaan, yang dilakukan terhadap teman ananda ini, menunjukkan bahwa ada infeksi kuman Salmonella typhii dan paratyphii, walaupun hanya paratyphii B yang benar-benar tinggi. Tapi adanya titer terhadap ketiga yang lain, menunjukkan bahwa ketiga kuman yang lain juga telah ada, walau baru menginfeksi sedikit. Cek sekali lagi dalam kurun beberapa waktu kemudian, kalau terjadi peningkatan, maka positif telah terjadi infeksi oleh kuman Salmonella.
Bila terkena penyakit ini maka sebaiknya makan makanan yang lembek karena usus kita sedang kurang baik sehingga pencernaan kurang bagus, hindarilah makanan yang susah dicerna seperti daging, sayuran atau makanan yang merangsang seperti asam, cuka dsb. Karena tubuh sedang panas maka sebaiknya minum air yang banyak atau makanan/buah yang mengandung banyak air agar panas cepat turun. Tentunya harus disertai obat dokter yang biasanya mengandung antibiotika.
Pilihan obat untuk sakit tifus ini biasanya yang berefek kuat, yaitu kloramfenikol, yang kerjanya menghambat sintesa protein kuman, sehingga kuman akan mati dan tidak dapat berkembang lagi. Tapi perlu diketahui, yang namanya antibiotik itu adalah obat keras, karena obat jenis ini bisa memberi reaksi buruk jika tidak diminum dengan semestinya. Obat antibiotik harus diminum sesuai aturannya, tidak bisa sembarangan seperti kalau kita minum obat flu atau demam yang hanya diminum kalau badan terasa sakit saja. Walau misalnya badan telah terasa lebih enak, pemakaian antibiotik harus diteruskan sampai obat benar-benar habis. Pemberian obat oleh dokter ini tentunya telah berdasarkan dosis obat untuk membunuh tuntas kuman. Kalau pemakaian obat antibiotik yang tidak benar, maka dia bisa berefek buruk terhadap tubuh, atau bahkan kuman jadi kebal terhadapnya. Kalau kuman sudah kebal terhadap suatu antibiotik, maka cara penyembuhan yang bisa berhasil adalah obat antibiotik dengan tingkat generasi di atasnya.
Obat Cipro yang ananda maksud pastinya Ciprofloxacin. Obat ini merupakan antibiotik generasi ketiga, dan memang diakui efek membunuh kuman / bakterinya sungguh hebat. Obat ini tentunya sangat mahal dan bisa jadi agak jarang berada di Indonesia. Tapi kalau mau memakai obat ini, perlu saya ingatkan, untuk benar-benar mematuhi cara pemakaiannya. Kita tentunya tidak mau kuman yang harusnya mati oleh obat hebat ini malah jadi kebal. Kalau itu sampai terjadi, maka diperlukan obat antibiotik generasi keempat, yang sampai sekarangpun belum ada penelitiannya. Intinya, tidak ada obat lain diatas Cipro.
Untuk pencegahan saat ini sudah ada vaksin yang dapat memproteksi selama 3 tahun.
Demikian penjelasan dari saya, semoga bisa membantu.
|
| |
|
|
|