|
 |
|
|
|
|
| Tahukah Anda ? |
Beberapa kelompok peneliti menemukan bahwa bubuk cokelat mengandung zat yang dapat mencegah kerusakan gigi.
(Wikipedia Indonesia) |
|
|
 |
|
|
|
|
| Konsultasi |
|
Cukur / Cabut Rambut Ketiak = Kanker Payudara ??? |
| Ibu, saya mau tanya nih...udah beberapa kali saya baca artikel mengenai rambut ketiak dan kanker payudara...katanya sih, kalo kita mencukur atau mencabuti rambut ketiak, bisa memicu kanker payudara....trus lah gimana ya bu caranya...kan kalo ga bersih ya risih juga gitu lho bu...kalo dibiarkan tumbuh saja kan ga indah, saya takut nanti pas nikah suami saya ga suka..dia pernah bilang udah dibiarin aja, tapi tetep aja sy ga yakin bu...keliatannya gimanaa gitu..gimana ya cara ngatasinnya? ato kalo digunting sampe pendek gitu gimana bu?terimakasih bantuannya |
|
echa, 25 tahun |
 |
Jawaban :
Dear ananda Echa,
Hmm.. saya perlu tahu artikel dari manakah sumber pernyataan 'mencukur atau mencabut rambut ketiak bisa memicu kanker' itu tadi. Apakah artikel yang berdasarkan penelitian yang autentik ?!
Dari segi ilmiah, penyebab kanker secara umum saat ini lebih bertitik tolak atas adanya defek / perubahan gen (bersifat genetik), yang dapat diturunkan (heredofamilial). Di samping itu ada pengaruh hormonal (peningkatan hormon esterogen, khususnya), atau ada hiperkholesterolemi; defisiensi vitamin A, protein, imun tubuh rendah , trauma lokal (bukan ketiak / terkait dengan rambut ketiak), karena sebenarnya arah sistem pembuluh berlawanan arah ! Yang dari payudara bagian tertentu dialirkan ke arah ketiak, bukan sebaliknya ! Selama ini saya sendiri, juga anak-anak perempuan saya yang sudah dewasa, sering mencukur rambut ketiak dalam situasi bersih sebelum - sesudah pencukuran, selama ini aman-aman saja.
Adanya rambut di ketiak, apalagi orang yang mudah berkeringat, malah akan mengundang adanya bakteri. Pertumbuhan bakteri di rambut ketiak yang lebat plus reaksi dengan kelenjar keringat ini lah yang menyebabkan bau tak sedap. Makanya telah ada produk deodoran yang membuat ketiak wangi yang bisa mencegah bakteri berkembang biak di situ. Pencukuran / penyabutan rambut ketiak akan makin meng-efektif-kan kerja deodoran dalam mengatasi bau badan (BB). Sebenarnya pertumbuhan bakteri dipicu oleh adanya eksresi kelenjar keringat, makanya sekarang sudah ada produk deodoran antiperspiran, yang kerjanya menghambat eksresi kelenjar keringat dan minyak berlebih. Dengan tidak adanya eksresi kelenjar keringat dan minyak, plus tidak adanya rambut ketiak, maka bau badan bisa teratasi. Hindari deodoran yang menimbulkan reaksi iritasi terhadap kulit ketiak (kulit ketiak itu termasuk kulit paling sensitif) dan tetap dibersihkan setiap mandi sampai dengan bersih. Jadi tidak ada penumpukan zat kimia tertentu di lokasi tersebut.
Ananda bisa lihat bahwa sebenarnya perlunya penghilangan rambut ketiak itu bukan cuma karena alasan estetika, tapi juga kebersihan. Rambut ketiak yang lebat itu sudah pasti memberikan kesan 'jorok'. Kalau tidak dibersihkan, bakteri bisa berkembang biak dan menimbulkan bau badan.
Ada banyak cara menghilangkan rambut ketiak :
1. Pencukuran, dengan pisau cukur atau alat cukur. Yang perlu diperhatikan adalah cara ini menggunakan benda tajam, jadi harus ekstra hati-hati, jangan sampai melukai diri.
2. Pencabutan. Cara ini lebih sakit daripada pencukuran, tapi penumbuhan rambut kembalinya relatif lebih lama dari pada pencabutan. Tapi perlu saya ingatkan kembali, kulit ketiak itu sensitif, pencabutan akan menyebabkan kekeringan dan efek iritasi kulit.
3. Wax / lilin. Cara ini prinsipnya sama dengan pencabutan, tapi dengan adanya wax, kulit tidak menjadi kering dan mengurangi efek iritasi.
4. Laser. Cara ini intinya merontokan dan mematikan aktivitas kelenjar rambut, jadi tidak ada lagi proses pembentukan rambut.
Oke ananda Echa, Jangan ragu menjaga kebersihan bagian-bagian tubuh ananda yang cukup terbuka terlebih untuk menjaga penampilan lahiriah, yang sudah tentu harus dilandasi kebersihan - kesucian hati dan pikiran, yang akan memberi pancaran kecantikan alamiah (budi pekerti) = "inner beauty", yang tidak mudah luntur walau dengan bertambahnya umur.
Namun, kalau ananda masih ragu dengan penjelasan saya bahwa 'cabut atau cukur rambut ketiak tidak akan memicu pembentukan kanker payudara', ya.. saya mau bilang apa lagi ? semua keputusan ada di tangan ananda.
Bagus juga kalau calon suami ananda sudah mengerti ketakutan ananda dan memperbolehkan ananda memelihara rambut ketiak. Tahukah ananda, di Cina, wanita dengan rambut ketiak itu dianggap seksi ? Do like The Chinese does.
Begitu saja, penjelasan dari saya, semoga mudah dimengerti dengan jelas. |
| |
|
|
|