mediasehat mediasehat mediasehat mediasehat
a a a a a a a a a
home cantik selalu ibu dan balita dari alam info obat tips panduan makan serba-serbi sehat a
Artikel Utama
Kenalan dengan Badan POM yuk !
dbc network
T i p s
Tips Membuat Ramuan Alami untuk Rambut
Push Up yuk...
Konsultasi
Klik disini untuk konsultasi
Tahukah Anda ?
Beberapa kelompok peneliti menemukan bahwa bubuk cokelat mengandung zat yang dapat mencegah kerusakan gigi.
(Wikipedia Indonesia)
mimbar jum'at
Direktori
Direktori Rumah Sakit
Direktori Dokter
Catatan
Panduan makan
Sehat natural
Persembahan kami
Berlangganan Newsletter
Tuliskan e-mail anda disini :
Konsultasi
Sariawan Bisa Berarti Herpes ??
Hallo Dokter. Sejak kecil saya sering menderita sariawan. Istri saya sebelum menikah jarang sekali menderita sariawan tetapi sesudah menikah dengan saya dia jadi sering menderita sariawan. Kita juga sering melakukan oral seks. Sekitar setahun sesudah menikah jika sariawan saya kambuh, di kemaluan saya juga luka seperti sariawan. Sekarang pada saat kambuh ada rasa nyeri/geli di sekitar kemaluan atau paha kadang juga di kaki. Frekuensi kambuh kadang sebulan sekali. Pertanyaan saya: 1. Apakah saya menderita herpes? 2. Apakah rasa nyeri/geli di sekitar paha, kemaluan atau kaki itu berbahaya? 3. Apakah herpes dapat disembuhkan? 4. Apakah frekuensi kambuh dapat dikurangi? Apakah ada suplemen untuk itu? Terima kasih sebelumnya
Didi Prasetya, 41 tahun  
pendaftaran dbc-network
Jawaban :
Dear ananda Didi, Tampilan sariawan tidak sama dengan herpes! Sariawan terjadi bisa hanya karena kekurangan vitamin C ataupun kelebihan vitamin C, yang kadang disertai infeksi sekunder yang biasanya disebabkan oleh sejenis jamur atau kuman yang hidup di area mulut. Sementara herpes disebabkan oleh infeksi virus. Coba mintakan pemeriksaan usapan permukaan luka kepada dokter ananda untuk mendeteksi sebenarnya ada apa di area mulut ananda dan istri, ada mikroorganisme apa yang tinggal di sana dan mikroorganisme mana atau apa yang kira-kira bisa menyebabkan ananda sariawan. Ananda bilang bahwa istri jadi juga sariawan, itu pasti karena ananda berdua melakukan oral seks (ananda mengakuinya sendiri), kalau sudah begitu, dikhawatirkan ini bukan penyakit sariawan biasa, melainkan penyakit menular seksual (PMS) atau bisa jadi penyakit kelamin. Kalau benar begitu, sekarang coba ingat-ingat, apa ananda punya masa lalu seks bebas ? Sedikit akan kami jelaskan mengenai PMS yang gejalanya menyerupai sariawan. HERPES GENITAL Disebabkan oleh virus Herpes Simplex tipe II, yang bisa menular lewat kontak seksual baik penetrasi atau oral seks. PMS yang juga penyakit kelamin ini diawali dengan luka mirip sariawan pada alat genital, yang membengkak dan menimbulkan rasa nyeri pada tulang dan alat genital. Ada rasa perih saat buang air kecil dan bila terkena air. Selanjutnya, si penderita akan demam, mual dan sakit kepala. Lebih parah lagi, jaringan kelenjar limpa juga akan membengkak. Yang perlu diketahui, yaitu antara lain: 1. Luka yang ada bisa sembuh setelah 10-12 hari 2. Wanita terkena herpes genital bisa menularkan PMS ini ke bayi yang dikandungnya, dan bisa mengakibatkan cacat keterbelakangan mental. SIFILIS PMS plus penyakit kelamin ini memiliki beberapa aspek serupa gonorea tapi dalam tingkat lebih ganas. Sipilis disebabkan oleh organisme super imut, bakteri Treponema pallidum, yang ditularkan melalui hubungan seksual, termasuk seks oral. Yang perlu diketahui, yaitu antara lain: 1. Gejala awal adalah munculnya luka seperti sariawan tanpa rasa sakit, biasanya pasca lidah, bibir, atau alat genital 2. Bisa menular melalui darah 3. Tahap ke dua yang berlangsung 2-6 bulan bintil-bintil tanpa rasa gatal, bercak-bercak putih (seperti sariawan) di dalam mulut, tenggorokan, selangkangan atau di antara jari kaki, dan kerontokan rambut 4. Bila tidak diobati, sipilis bisa berkembang menjadi parah lagi, yang bisa mengakibatkan kebutaan, kegilaan, dan kelumpuhan. 5. Seperti gonorea, wanita penderita, wanita penderita bisa menularkan pada bayi yang dikandungnya, apalagi bila melahirkan secara normal. 6. Sipilis bisa disembuhkan secara total dengan antibiotik keras tapi sering kali menimbulkan cacat pada tubuh, contohnya mengubah bentuk hidung. Sayangnya pengobatan ini tidak bisa menyembuhkan kerusakan yang keburu terjadi. Kemungkinan-kemungkinan ananda dan istri terkena penyakit kelamin di atas bisa saja terjadi jika salah satu diantara kalian punya masa lalu seks bebas dan tidak menjaga kebersihan alat kelamin dengan benar. Karena bisa jadi infeksi jamur atau kuman ringan memancing virus-virus penyakit kelamin itu. Nyeri atau geli ada pada reaksi pertahanan tubuh seperti halnya terhadap radang, yang dengan sel netrofil, eosinofil / sel mast cukup prominen. Bila masih dalam tahap ringan, tidak ada yang perlu dikhawatirkan, asalkan kehigienisan area lokal (paha, kaki dan kemaluan) terjaga dengan baik. Tapi bila terasa nyata dan sering, itu berarti keadaan sudah cukup parah, dan bahkan mungkin parah sekali. Yang perlu dilakukan adalah konsultasikan langsung ke dokter spesialis kulit atau kelamin, dan bila diperlukan dokter akan memberikan ananda obat topikal lokal untuk dipakai pada area yang bermasalah. Herpes tentu saja bisa disembuhkan, bahkan juga sifilis yang juga kami sebutkan di atas. Asalkan stadiumnya belum parah. Obat-obat yang dianjurkan untuk penyakit virus, seperti herpes, adalah tentu saja obat antivirus asiklovir. Sementara untuk sifilis, ataupun gonorea, karena penyebabnya adalah kuman maka obatnya adalah antibiotik, seperti amoxicilin, chloramfenicol, thiamfenicol, ofloxacin, dan siprofloxacin. Baik obat antivirus maupun antibiotik, pasien harus memakan / meminumnya sesuai dosis dan kurun waktu yang ditentukan, jika tidak virus dan kuman itu tidak akan habis dengan tuntas, dan yang bahaya adalah kemungkinan terjadinya toleransi obat oleh mikroorganisme. Mereka bermutasi dan jadi tahan terhadap obat, dan kalau sudah begini harus digunakan obat dengan generasi lebih tinggi. Untuk siprofloxacin, belum ada antibiotik dengan generasi lebih tinggi darinya, siprofloxacin adalah obat antibiotik generasi ketiga. Untuk suplemen, biasanya digunakan ketika infeksi telah berjalan begitu dalam, kalau sudah begitu, tubuh cenderung rentan, pada beberapa individu bisa terjadi pusing, mual, muntah dan hilangnya nafsu makan. Nah, kalau sudah begitu, penyakit akan makin lama sembuhnya, bahkan malah bisa muncul komplikasi lain. Suplemen diperlukan supaya tubuh kita bisa lebih bertahan selama "pertempuran" berlangsung antara obat dengan kuman / virus dan tubuh bisa melakukan 'recovery' lebih cepat. Frekuensi kambuh bisa dikurangi atau bahkan ditiadakan dengan syarat pemakaian obat yang benar dan 'recovery' tubuh berjalan dengan baik. Usahakan untuk tetap bisa makan dan minum teratur. Dan banyak-banyak minum air putih. Demikian penjelasan dari kami, semoga bermanfaat.

Fatal error: Call to a member function RecordCount() on a non-object in /home/sloki/user/t26997/sites/mediasehat.com/www/pustaka/konsultasi.inc.php on line 176
Konsultasi lain :