mediasehat mediasehat mediasehat mediasehat
a a a a a a a a a
home cantik selalu ibu dan balita dari alam info obat tips panduan makan serba-serbi sehat a
Artikel Utama
dbc network
T i p s
Push Up yuk...
Tips Memilih Sepatu
Konsultasi
Klik disini untuk konsultasi
Tahukah Anda ?
Beberapa kelompok peneliti menemukan bahwa bubuk cokelat mengandung zat yang dapat mencegah kerusakan gigi.
(Wikipedia Indonesia)
mimbar jum'at
Direktori
Direktori Rumah Sakit
Direktori Dokter
Catatan
Panduan makan
Sehat natural
Persembahan kami
Berlangganan Newsletter
Tuliskan e-mail anda disini :
Konsultasi
Cairan Vagina Berbau Tak Sedap

Perkenalkan nama saya Marta, saya sudah 1 tahun menikah. Hampir setiap saya melakukan hubungan badan dgn suami saya pada awal penetrasi vagina saya mengeluarkan cairan kental berwarna putih. Tidah kental bahkan cenderung encer dan lengket. Hampir seperti bubur. Baunya sungguh tidak sedap. Saya dan suami saya sangat terganggu dengan keluarnya cairan tersebut. Oya dok.... terkadang kalau saya menahan pipis juga keluar cairan yang sama. Tidak kental bahkan encer, warna putih dan berbau. Untuk itu saya mohon pencerahan beberapa sebab, akibat dan penanggulangannya. Mohon jawabannya dikirim ke email saya. Saya sangat berharap banyak terhadap penjelasan dari dokter supaya rumah tangga kami lebih harmonis lagi. Sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas jawabannya. Sukses Selalu untuk dokter.

marta, 26 tahun  
pendaftaran dbc-network
Jawaban :

Halo Marta,

 

Sebetulnya, vagina dalam keadaan terangsang memang akan mengeluarkan mukus atau lendir, fungsinya sebagai pelumas untuk mempermudah penetrasi penis agar lebih mudah masuk ke dalam vagina. Karena kalau tidak licin/diberi pelumas, yang ada malah iritasi dan rasa nyeri.

 

Tapi kalau cairan tersebut berbau tidak sedap (bukan bau normal mukus vagina), kemungkinan ada infeksi jamur. Jika mukusnya sampai berwarna hijau, berarti infeksinya sudah cukup parah. Tapi kalau masih putih atau putih kekuning-kuningan, masih belum terlalu parah. Namun bukan berarti tidak perlu diobati, karena jika didiamkan bisa bertambah parah infeksinya. Dan infeksi vagina bisa mempengaruhi kesehatan saluran kencing dan juga rahim.

 

Saran saya, Anda harus memberanikan diri datang ke dokter ginekologi. Kalau sungkan dengan dokter pria, carilah dokter wanita. Yang penting penyakitnya harus segera diobati. Kalau tidak diobati, maka infeksi tersebut tidak akan hilang. Untuk mengurangi tingkat keparahan selama masa penyembuhan (dan juga setelahnya untuk mencegah infeksi datang kembali) setiap kali habis berhubungan intim dengan suami, segera membersihkan daerah vagina Anda, dan gunakan air hangat suam kuku untuk membersihkannya. Anda boleh menggunakan sabun pembersih kewanitaan tapi tidak boleh terlalu sering karena kadang-kadang bisa memancing sekresi mukus juga. Yang pasti, rajin menggunakan dan mengganti pantyliner agar daerah vagina Anda selalu kering, dan setiap kali buang air kecil dan besar keringkan daerah vagina Anda dengan baik, jangan sampai lembab. Ganti pantyliner setidaknya tiga jam sekali, jangan dipakai seharian.

 

Demikian jawaban dari kami semoga bermanfaat, dan cepat sembuh ya! Salam dari Mediasehat!

Konsultasi lain :
Apakah harus puasa Berhubungan Imtim setelah masa
Saat Menstruasi Absen
Puting Susu Melesak ke Dalam
Menghilangkan Mioma Tanpa Operasi?
Tidak Haid 5 Bulan, Bukan Tanda Hamil?
Haid Setahun Sekali ?
Haid 2 kali sebulan
Condyloma Acuminata Bisa Disembuhkan ?
Hiperplasia Endometrium
Gak Bisa Haid, Mesti Terapi Hormon Obatnya?
Halaman : Awal |Sebelum |1 2 3 4 5 6 7 |Berikut |Akhir 

a a a a a a a a a
home cantik selalu ibu dan balita dari alam info obat tips panduan makan serba-serbi sehat a
Copyright © mediasehat 2006