mediasehat mediasehat mediasehat mediasehat
a a a a a a a a a
home cantik selalu ibu dan balita dari alam info obat tips panduan makan serba-serbi sehat a
Artikel Utama
Mood Sering Berubah, Waspadai Gangguan Bipolar
dbc network
T i p s
Tips Membuat Ramuan Alami untuk Rambut
Push Up yuk...
Konsultasi
Klik disini untuk konsultasi
Tahukah Anda ?
Beberapa kelompok peneliti menemukan bahwa bubuk cokelat mengandung zat yang dapat mencegah kerusakan gigi.
(Wikipedia Indonesia)
mimbar jum'at
Direktori
Direktori Rumah Sakit
Direktori Dokter
Catatan
Panduan makan
Sehat natural
Persembahan kami
Berlangganan Newsletter
Tuliskan e-mail anda disini :
Konsultasi
Tanda, Gejala dan Terapi Hepatitis
dokter, saya mau tanya apa tanda dan gejala dari penyakit hepatitis A, B, C dan terapi apa yang diberikan untuk penyakit ini? terapi diet dan obatnya juga apa dokter? dan apakah dengan berolahraga teratur juga dapat dijadikan terapi untuk penyakit ini? makasih ya dokter
yuhendra, 22 tahun  
pendaftaran dbc-network
Jawaban :
Dear ananda Yuhendra, Sebenarnya telah ada varian virus hepatitis lain yang telah ditemukan selain A, B dan C; yaitu D, E, G dan TT (namun masih dalam tahap penelitian lebih lanjut). Tapi memang hepatitis A, B dan C adalah yang sering ditemukan di dunia, termasuk Indonesia. Untuk semua peradangan jaringan atau sel hati, saat awal, sebenarnya gejala-gejala yang muncul itu sama, yaitu merasa lemas atau cepat lelah, ditambah gangguan faal hati terkait disertai munculnya warna kuning pada membran / selaput permukaan organ sampai dengan selaput kulit. Gejala yang muncul bisa makin parah dan menjadi-jadi, bersamaan dengan perkembangan stadium yang diderita. Sedikit tentang cara penularan, perbedaan patogenesis virus dan pertahanan tubuh lokal (sel hati) dan sistemik (sistem tubuh yang lain) yang berperan pada tahapan lebih lanjut untuk penyakit hepatitis: - Untuk virus hepatitis A (via ingesti - degestif. Cara penularannya adalah melalui saluran pencernaan. Patogenesisnya tidak terlalu hebat, bahkan bisa "self limiting", akan tereliminasi sendiri oleh sistem tubuh sehingga bisa cepat berlalu, keadaan ini berlaku bila status imun tubuh dalam keadaan cukup baik dan normal. - Untuk virus hepatitis B dan C, keadaannya agak berbeda, karena keduanya dapat mempengaruhi susunan DNA langsung atau melalui RNA, sehingga dapat terjadi mutasi sel dari keadaan normal menjadi sel ganas (kanker). Cara penularannya melalui aliran darah (misalnya: transfusi, narkoba, hemodialisa), hubungan seksual dengan pasangan yang terpapar, dan penetrasi jaringan (misalnya: akupuntur, sikat gigi, tertusuk jarum yang terkontaminasi virus). Intinya gejala-gejala yang muncul pada ketiga hepatitis itu sama, tapi tingkat patogenesis dan cara penularan hepatitis-hepatitis itu berbeda. Kalau diri ananda tidak beresiko dari cara-cara penularan hepatitis itu, maka tentunya ananda bisa tidak terjangkit hepatitis manapun itu. Namun, untuk pastinya akan lebih baik kalau dilakukan pemeriksaan lebih lanjut ke laboratorium klinik, untuk ini diperlukan surat rekomendasi dokter. Untuk saat ini, prinsip pengobatannya dengan meningkatkan sistem kekebalan selular, sehingga sel-sel tubuh, terutama sel-sel hati, agar tidak mudah terserang virus atau sampai menjadi tempat hidup dari virus atau juga sampai rangkaian DNA sel terkontaminasi DNA dari virus (rangkaian protein DNA ini berhubungan dengan sintesa protei yang penting bagi kelangsungan dan pembelahan sel itu sendiri), maka dari situ diupayakan upaya mematikan virus secara intrasel. Untuk penanganan penyakit hepatitis (terutama hepatitis B dan C), upaya dengan pemberian preparat imunomodulator dan vaksinasi akan bisa menggagalkan virus untuk mengganggu sel targetnya. Selain itu selama berobat, preparat yang bisa meringankan kerja sel hati perlu juga dikonsumsi, karena saat terinfeksi hepatitis, akan lebih baik diusahakan sel-sel hati itu lebih terfokus pada usaha membunuh virus, tidak pada hal lainnya. Karena kenyataan itu pula, tentunya bentuk makanan kaya lemak atau sukar dicerna perlu dihindari dulu. Pisang dan madu akan sangat bagus dikonsumsi. Hal lain yang juga perlu diperhatikan, adalah saat sedang sakit yang keras seperti hepatitis (A, apalagi B dan C), usahakan aktivitas jasmani dan rohani dibatasi, karena semua itu bisa menekan kerja organ yang sedang bermasalah. Usahakan hidup dibuat santai saja. Demikian penjelasan saya, semoga bermanfaat.
Konsultasi lain :
Batuk Alergi, bagaimana sembuhnya?
Bisakah Sembuh Total dari Alergi ?
Obat dan Pertolongan Pertama unt. Penyakit
Mudah Lemas setelah usia 30tahun
Yang Sehat utk Penderita Kolesterol & Asam Ur
Asam Urat Tinggi
Pemeriksaan Hepatitis
Benjolan Pada Payudara Pria
Kesemutan indikasi apa?
Saya Selalu Kelelahan nih.. Dok... Gimana Ya ?
Halaman : Awal |Sebelum |1 2 3 4 5 6 7 8 |Berikut |Akhir 

a a a a a a a a a
home cantik selalu ibu dan balita dari alam info obat tips panduan makan serba-serbi sehat a
Copyright © mediasehat 2006